Hot cookies are waiting for you !!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Menularkan Kebahagiaan Kepada Orang Lain


TIDAK dipungkiri, beragam peristiwa yang terjadi -- yang rata-rata diekspos tinggi oleh media--beberapa waktu belakangan membuat hati miris.
Mulai dari bencana alam (tsunami, banjir, gempa, dan lain-lain), kekacauan politik, kriminalitas yang makin merajalela, peliknya perekonomian, kemacetan, sampai kasus-kasus yang bikin ngeri seperti “pergaulan salah” anak-anak remaja sekarang ini.
Dan beragam peristiwa yang dalam pandangan sederhana merupakan hal negatif itu terjadi di mana-mana, di berbagai belahan dunia. Hingga tebersit satu pertanyaan: “Apakah kini dunia sedemikian buruknya untuk kita tempati?”
Alihkan perhatian pada hal positif
“Pastilah, banyaknya peristiwa (negatif) tersebut membuat kita menjadi harus lebih waspada dan lebih hati-hati. Namun kewaspadaan tinggi, imbasnya stres,” cetus Anggia Chrisanti Wiranto, konselor dan terapis EFT (emotional freedom technique) untuk biro psikologi Westaria (www.westaria.com).
“Bahkan mendengar (beritanya) saja, kita tertular kesedihan dan kepedihan yang sama. Apalagi jika harus membayangkan hal itu menimpa diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi,” sambungnya. 
Sayangnya, dengan tidak berharap kejadian buruk sekecil apa pun menimpa diri dan orang-orang yang kita sayangi, membuat perhatian kita hanya terfokus pada hal-hal buruk itu. Sehingga makin jauhlah kita dari apa yang dinamakan kebahagiaan.
“Terlalu fokus pada hal-hal buruk membuat seseorang semakin sulit untuk menjadi bahagia dan mensyukuri hidup maupun kehidupan,” kata Anggia.
Padahal, hal-hal yang bisa membuat kita bahagia itu masih ada lho, di sekitar kita. “Masih banyak nikmat yang telah Tuhan berikan. Banyak hal yang masih bisa disyukuri dan bisa membuat kita sekadar tertawa atau tersenyum,” imbuhnya.
Bagi kita yang mampu menyadari betapa masih lebih banyaknya berkah, kebahagiaan sudah pasti dimiliki. Nah, tidak ada salahnya bagi kita yang sadar akan anugerah Tuhan yang tiada terkira untuk membaginya kepada orang lain. Karena layaknya berita-berita kesedihan yang mudah sekali menular, kebahagiaan pun bisa ditularkan.
“Jika saat ini kita bisa merasa bahagia dan sukacita, mari kita tularkan. Mungkin kita tidak mampu menghentikan peristiwa dan kejadian buruk. Tapi siapa tahu, kita bisa menghadirkan sedikit kebahagiaan dan sukacita itu, paling tidak, untuk orang-orang di sekitar kita,” ujar Anggia.
Langkah-langkah Agar Anda Merasa Bahagia:
- Bersyukurlah (mulai dari hal-hal kecil)  
Anda masih bisa bangun pagi ini, tanpa kesiangan, tanpa sakit. Masih bisa menikmati kasih sayang dari orang-orang yang Anda kasihi. Masih bisa makan makanan layak, menggunakan pakaian yang layak, dan lain-lain.
- Berbahagialah
Setelah Anda bisa menerima suka-duka kehidupan dengan jiwa yang besar, maka berbahagialah. Berbagilah rasa bahagia yang tengah Anda rasakan kepada lingkungan sekitar. 
- Ciptakan keramahan
Tersenyumlah kepada matahari. Tersenyumlah kepada udara pagi, kepada orang yang ada di samping Anda, kepada buah hati Anda, kepada semua yang Anda temui sepanjang hari. Tersenyumlah dan bersikap ramah. Ini bukan sekadar sedakah, tapi sungguh bisa menjadikan hidup Anda lebih mudah dan indah.
- Berpikirlah dengan tenang
Tentu tidak semua hal berjalan sesuai keinginan. Akan ada banyak rintangan dan masalah. Berpikirlah dengan tenang, karena hanya pikiran yang tenang yang akan menghasilkan solusi tepat dan terbaik. Jadi mulailah membangun rasa bahagia dari diri sendiri, agar dunia pun (sedikit demi sedikit) berbahagia.

0 komentar:

Posting Komentar